Ketika “Belum Sempurna” Membuat Kamu Tidak Mulai

Draft itu sudah ada sejak beberapa hari lalu, tetapi masih tersimpan dengan nama file yang sama: “versi sementara”. Kamu sudah punya gambaran besar tentang apa yang ingin dibuat, sudah tahu arah yang harus dilakukan, bahkan mungkin sudah menulis beberapa bagian awal. Namun, setiap kali ingin melanjutkan, muncul pikiran bahwa masih ada yang perlu dipersiapkan dulu. … Baca Selengkapnya

Perfeksionis Adalah: Alasan Kenapa Kamu Tidak Pernah Merasa Hasilmu Cukup

Kamu sudah membaca ulang dokumen yang sama selama hampir satu jam, padahal isinya sebenarnya sudah selesai sejak tadi. Ada beberapa kalimat yang kamu ubah, bukan karena salah, tetapi karena setiap kali melihatnya lagi selalu muncul perasaan bahwa masih ada sesuatu yang kurang. Kamu menghapus satu kalimat yang sebelumnya terasa bagus. Lalu menulis ulang dengan susunan … Baca Selengkapnya

Ciri-Ciri Imposter Syndrome yang Baru Kamu Sadari Setelah Pencapaian Itu Sendiri Terasa Tidak Nyata

Kamu baru saja mendapatkan sesuatu yang selama ini kamu kejar: promosi yang sudah lama kamu tunggu, pujian dari atasan yang akhirnya mengakui hasil kerjamu, atau sebuah pencapaian yang membuat orang lain melihatmu sebagai seseorang yang berhasil. Tapi ketika momen itu benar-benar datang, perasaan yang muncul ternyata tidak seperti yang kamu bayangkan. Alih-alih merasa lega, kamu … Baca Selengkapnya

Imposter Syndrome dan Perfeksionisme

Ada kalanya hasil kerja yang sudah dipuji banyak orang masih terasa seperti sesuatu yang belum selesai. Kamu sudah menyelesaikan tugas yang sulit. Orang lain mengatakan hasilnya bagus. Atasan, rekan kerja, atau orang di sekitar kamu melihat usaha yang sudah kamu lakukan dan memberikan apresiasi. Tapi ketika melihat kembali hasil tersebut, perhatianmu justru tertuju pada bagian … Baca Selengkapnya

Takut Ketahuan : Bukan Tentang Kebohongan, Tapi Rasa Tidak Layak

Ada satu momen setelah kamu mendapatkan pujian yang justru membuat perasaanmu tidak nyaman. Orang-orang mungkin melihat kamu berhasil menjawab pertanyaan dalam rapat, menyelesaikan pekerjaan yang sulit, atau mendapatkan kesempatan yang selama ini kamu inginkan. Mereka melihat seseorang yang mampu dan pantas berada di posisi itu. Tapi di dalam kepala kamu, muncul pikiran yang berbeda. Bagaimana … Baca Selengkapnya

Kenapa Pencapaian Tidak Pernah Terasa Cukup

Target itu baru saja tercapai, dan yang muncul di kepalamu bukan lega, tapi target berikutnya. Kamu bahkan belum sempat benar-benar menikmati hasil yang baru saja kamu dapatkan ketika pikiranmu sudah sibuk menghitung apa yang harus dicapai setelah ini. Kamu mungkin sudah lama mengejar sesuatu. Ada angka yang ingin kamu capai, posisi yang ingin kamu dapatkan, … Baca Selengkapnya

Imposter Syndrome Adalah Ketika Pencapaianmu Terasa Bukan Milikmu

Kamu baru saja dipuji atas sesuatu yang kamu kerjakan sendiri, tapi entah kenapa pujian itu justru membuatmu tidak nyaman. Orang lain melihat hasil yang bagus, sementara di kepalamu muncul pikiran bahwa semuanya sebenarnya terjadi karena keadaan sedang berpihak kepadamu. Presentasi yang kamu siapkan berhari-hari berjalan lancar. Atasan mengangguk puas, rekan kerja memuji cara kamu menjelaskan … Baca Selengkapnya

Ciri-Ciri Burnout yang Baru Kamu Sadari Setelah Semuanya Terasa Kosong

Kamu sudah tidur, sudah duduk diam, sudah mengambil waktu untuk tidak melakukan apa-apa, tetapi rasa lelahnya seperti tidak benar-benar pergi. Badan mungkin memang sedikit lebih ringan, tetapi di dalam kepala masih ada sesuatu yang terasa berat, sementara hal-hal yang biasanya membuatmu tertarik mulai terasa biasa saja. Yang lebih aneh, kamu mungkin tidak merasa sedang benar-benar … Baca Selengkapnya

Burnout yang Tidak Terlihat

Rapat selesai, semua orang bilang kerja bagus, lalu satu per satu mulai beranjak dari kursi. Kamu mungkin ikut tersenyum, mengangguk, bahkan sempat membalas candaan sebelum kembali ke meja kerja. Dari luar, tidak ada yang terlihat aneh. Tidak ada yang bertanya bagaimana rasanya di dalam karena memang tidak ada yang terlihat perlu dikhawatirkan. Pekerjaanmu selesai, target … Baca Selengkapnya

Kenapa Susah Berhenti Bahkan Saat Sudah Kelelahan

Mata sudah perih, tapi tangan tetap membuka laptop lagi. Kamu tahu kepala sudah sulit diajak berpikir, pekerjaan yang tadi terasa mudah sekarang butuh waktu lebih lama, tapi kamu masih bilang ke diri sendiri, “Sebentar saja.” Sebentar itu kemudian berubah jadi satu tugas lagi. Satu email lagi. Satu pekerjaan kecil lagi sebelum benar-benar berhenti. Padahal di … Baca Selengkapnya