Kenapa Kamu Selalu Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain

Kamu bisa sedang duduk bersama teman, berbicara dengan pasangan, atau berdiskusi dengan rekan kerja, lalu tiba-tiba kamu merasa ada sesuatu yang berubah. Nada bicara mereka sedikit berbeda, ekspresinya tidak seperti biasa, dan sebelum mereka mengatakan apa pun, kamu sudah mulai berpikir apa yang harus kamu lakukan supaya suasana kembali baik. Kamu mungkin bahkan belum tahu … Baca Selengkapnya

Parentifikasi Adalah : Ketika Kamu Jadi Orang Dewasa Sebelum Waktunya

Kamu masih kecil saat pertama kali merasa harus menenangkan orang tuamu sendiri. Mungkin waktu itu kamu belum benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi. Kamu cuma tahu bahwa suasana rumah sedang tidak enak, ada suara yang meninggi, ada seseorang yang menangis, atau ada wajah yang terlihat begitu lelah. Lalu tanpa ada yang meminta secara langsung, kamu … Baca Selengkapnya

Tidak Puas dengan Pekerjaan: Kenapa Rasa Itu Tidak Selalu Berarti Harus Resign

Ada yang datang kerja setiap hari, menyelesaikan semua tugas, dan tetap merasa jalan di tempat. Ada yang naik jabatan tapi rasa puasnya tidak pernah datang. Ada yang tahu pekerjaannya tidak buruk, tapi juga tidak pernah terasa benar-benar tepat. Tiga rasa berbeda, dari satu akar yang sama. Kamu mungkin mengenali salah satunya tanpa langsung tahu harus … Baca Selengkapnya

Stuck di Pekerjaan yang Tidak Salah, Tapi Tidak Benar Juga

Nggak ada yang salah di sini. Gajinya oke, orang-orang di sekitarmu juga baik, dan pekerjaanmu sebenarnya nggak terlalu berat. Kamu bahkan nggak punya cerita buruk yang bisa diceritakan ke orang lain tentang tempat kerja ini. Tapi entah kenapa, pertanyaan itu tetap muncul. Apa cuma ini? Kamu mungkin sudah beberapa kali membayangkan pekerjaan lain, lalu membatalkannya … Baca Selengkapnya

Kenapa Sulit Puas Meskipun Sudah Berhasil

Kamu naik jabatan. Gajimu naik. Orang-orang bilang selamat, beberapa bahkan bilang kamu pantas mendapatkannya setelah semua yang sudah kamu kerjakan. Tapi ketika semuanya benar-benar terjadi, rasanya biasa saja. Kamu tahu pencapaian itu besar. Kamu tahu seharusnya ada rasa senang di sana. Hanya saja, setelah semua target yang selama ini kamu kejar akhirnya tercapai, ada sesuatu … Baca Selengkapnya

Merasa Tidak Berkembang di Tempat Kerja: Kenapa Sibuk Tidak Selalu Berarti Maju

Kamu datang tepat waktu. Kamu buka laptop, cek pekerjaan yang belum selesai, balas pesan yang masuk, ikut meeting, lalu mulai mengerjakan satu per satu hal yang harus dibereskan hari itu. Besoknya hampir sama. Minggu berikutnya juga begitu. Sampai suatu hari kamu berhenti sebentar dan sadar bahwa meskipun banyak hal sudah kamu kerjakan, rasanya kamu masih … Baca Selengkapnya

Ciri-Ciri Perfeksionis yang Sebenarnya Bukan Tentang Standar, Tapi Tentang Rasa Takut yang Tidak Pernah Reda

Satu rasa takut yang sama bisa membuat kamu terlihat punya standar tinggi, sering menunda, dan sulit merasa puas, meskipun dari luar ketiganya tampak seperti masalah yang berbeda. Kamu mungkin hanya melihat bahwa kamu ingin semuanya rapi, ingin hasilnya bagus, atau merasa belum waktunya berhenti. Padahal, di balik banyak ciri perfeksionis, ada ketakutan yang terus berpindah … Baca Selengkapnya

Harga yang Dibayar dari Tidak Pernah Merasa Cukup Baik

Kamu mungkin sudah lama merasa lelah, bahkan pada hari ketika sebenarnya tidak banyak yang kamu kerjakan. Bukan karena ada satu minggu yang terlalu berat atau satu masalah besar yang belum selesai, tapi karena rasa lelah itu seperti selalu ada di belakang kepala, ikut terbawa dari satu hari ke hari berikutnya. Kamu bangun dengan sesuatu yang … Baca Selengkapnya

Ketika “Belum Sempurna” Membuat Kamu Tidak Mulai

Draft itu sudah ada sejak beberapa hari lalu, tetapi masih tersimpan dengan nama file yang sama: “versi sementara”. Kamu sudah punya gambaran besar tentang apa yang ingin dibuat, sudah tahu arah yang harus dilakukan, bahkan mungkin sudah menulis beberapa bagian awal. Namun, setiap kali ingin melanjutkan, muncul pikiran bahwa masih ada yang perlu dipersiapkan dulu. … Baca Selengkapnya

Perfeksionis Adalah: Alasan Kenapa Kamu Tidak Pernah Merasa Hasilmu Cukup

Kamu sudah membaca ulang dokumen yang sama selama hampir satu jam, padahal isinya sebenarnya sudah selesai sejak tadi. Ada beberapa kalimat yang kamu ubah, bukan karena salah, tetapi karena setiap kali melihatnya lagi selalu muncul perasaan bahwa masih ada sesuatu yang kurang. Kamu menghapus satu kalimat yang sebelumnya terasa bagus. Lalu menulis ulang dengan susunan … Baca Selengkapnya