Cinta atau Ketergantungan? Batas yang Sering Tidak Terlihat

Semua orang bilang itu namanya cinta yang besar. Kamu rela mengalah terus, selalu berusaha memahami pasangan, memikirkan kebutuhannya bahkan sebelum memikirkan kebutuhanmu sendiri. Rasanya wajar kalau seseorang yang benar-benar mencintai akan melakukan semua itu. Tetapi ada satu hal yang sering tidak disadari. Kalau hubungan itu membuatmu terus-menerus lelah, cemas, dan tidak pernah benar-benar tenang, mungkin … Baca Selengkapnya

Codependency: Ketika Kamu Merasa Tidak Lengkap Tanpa Dia

Kamu mungkin sudah lupa kapan terakhir kali membuat keputusan yang benar-benar hanya untuk dirimu sendiri. Bukan karena kamu tidak bisa memilih. Tapi karena setiap pilihan yang muncul sekarang selalu melibatkan satu pertanyaan yang sama. “Kalau dia gimana, ya?” Mau pergi atau tidak, kamu memikirkan apakah dia akan keberatan. Mau membeli sesuatu untuk diri sendiri, kamu … Baca Selengkapnya

Attachment Style: Mengapa Cara Kamu Mencintai Terbentuk Jauh Sebelum Kamu Sadar

Ada orang yang bisa ditinggalkan tanpa merasa dunianya runtuh. Ketika orang yang dicintainya sibuk atau butuh waktu sendiri, ia tetap bisa menjalani harinya tanpa dipenuhi kecemasan. Kedekatan terasa nyaman, tetapi jarak juga tidak selalu dianggap sebagai ancaman. Ada juga orang yang selalu membutuhkan sedikit kepastian lagi. Pesan yang belum dibalas terasa seperti pertanda buruk. Perubahan … Baca Selengkapnya

Secure Attachment: Seperti Apa Rasanya Merasa Aman dalam Hubungan — dan Kenapa Itu Tidak Sesederhana Kedengarannya

Ada Orang yang Bisa Dekat Tanpa Takut. Dan Pergi Tanpa Panik. Ada orang yang bisa dekat tanpa merasa terancam. Dan ketika harus berjauhan, mereka juga tidak langsung merasa semuanya akan berakhir. Kalau kamu pernah melihat orang seperti itu, mungkin kamu sempat bertanya dalam hati, “Kok bisa ya?” Bukan karena mereka terlihat lebih romantis. Bukan juga … Baca Selengkapnya

Fearful Avoidant Attachment: Mau Dekat, Tapi Takut. Mau Pergi, Tapi Tidak Bisa

Kamu Ingin Dia Tetap Ada. Tapi Saat Dia Ada, Kamu Justru Ingin Menjauh. Kamu ingin dia tetap di dekatmu. Tapi ketika dia benar-benar ada, membalas chat dengan cepat, memberi perhatian, atau mulai semakin dekat, ada bagian dalam dirimu yang justru ingin mengambil jarak. Bukan karena kamu tidak peduli. Bukan juga karena kamu sengaja memainkan perasaan … Baca Selengkapnya

Avoidant Attachment: Ketika Kedekatan Terasa Seperti Ancaman

Pernahkah kamu merasa bukan tidak ingin memiliki hubungan yang dekat, tetapi setiap kali seseorang mulai benar-benar masuk ke dalam hidupmu, muncul dorongan untuk mundur? Bukan karena orang itu melakukan kesalahan. Bukan juga karena perasaanmu tiba-tiba hilang. Ada sesuatu yang membuat kedekatan terasa semakin berat, meskipun hubungan itu sebenarnya berjalan baik. Kalau pengalaman itu terasa familiar, … Baca Selengkapnya

Anxious Attachment Adalah: Ketika Cinta Selalu Terasa Tidak Cukup Pasti

Sudah tahu dia ada. Kamu melihat pesanmu sudah terkirim. Tidak ada tanda hubungan kalian sedang bermasalah. Bahkan terakhir kali berbicara, semuanya terasa baik-baik saja. Tetapi beberapa menit kemudian, kamu kembali membuka aplikasi chat. Hanya untuk memastikan apakah dia sudah membalas. Belum. Lima menit setelahnya, kamu mengecek lagi. Bukan karena kamu tidak percaya. Melainkan karena rasa … Baca Selengkapnya

People Pleasing: Ketika Menjadi Baik untuk Semua Orang Menjadi Beban yang Tidak Terlihat

Ada orang yang baru menyadari sesuatu tentang dirinya setelah bertahun-tahun menjalaninya. Bukan karena hidupnya tiba-tiba berubah. Bukan juga karena ada satu peristiwa besar yang membuat semuanya terasa berbeda. Hanya saja, pada suatu titik, ia mulai merasa lelah menjalani sesuatu yang selama ini dianggap biasa. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya. Selama ini orang-orang mengenalmu sebagai sosok … Baca Selengkapnya

Capeknya Jadi Orang yang Selalu Menyenangkan Orang Lain

Suatu hari kamu pulang dari sebuah pertemuan. Tidak ada yang berjalan buruk. Obrolannya menyenangkan, suasananya hangat, bahkan beberapa kali semua orang tertawa bersama. Sebelum pulang, ada yang menepuk bahumu sambil berkata, “Senang ya bisa ngobrol sama kamu.” Kalimat itu terdengar tulus. Kamu tersenyum, mengucapkan terima kasih, lalu berjalan pulang seperti biasa. Dari luar, hari itu … Baca Selengkapnya

Kenapa Susah Banget Bilang “Nggak” Tanpa Ngerasa Bersalah

Kalau di artikel sebelumnya kamu mulai mengenali pola yang sudah kamu sadari, mungkin sekarang muncul pertanyaan yang berbeda. Kalau memang aku sering mengalah, kenapa rasanya begitu sulit berhenti? Orang-orang biasanya punya jawaban yang terdengar sederhana. Mereka bilang kamu memang baik hati. Terlalu perhatian sama orang lain. Nggak enakan. Penyabar. Selalu mengutamakan hubungan daripada ego sendiri. … Baca Selengkapnya