Ada kebiasaan yang masih kamu lakukan setiap hari, meskipun keadaan yang membuatmu memulainya sudah lama berlalu. Kamu mungkin masih bangun sangat pagi, bahkan ketika pekerjaan yang dulu menuntutmu datang lebih awal sudah tidak lagi kamu jalani. Alarm tetap berbunyi pada jam yang sama, tubuhmu terbiasa terjaga, dan pagi pun berjalan seperti bertahun-tahun sebelumnya.
Yang menarik, kamu sebenarnya tahu bahwa keadaanmu sudah berbeda. Tidak ada lagi keharusan untuk bangun sepagi itu, tidak ada orang yang menunggu kedatanganmu, dan tidak ada konsekuensi berarti jika kamu tidur sedikit lebih lama. Namun, mengubah kebiasaan itu justru terasa aneh, seolah ada sesuatu yang tidak beres ketika kamu melewatkan rutinitas yang selama ini kamu jalani.
Kebiasaan lama yang sulit ditinggalkan seperti ini tidak selalu muncul karena kamu tidak menyadari keadaan yang sudah berubah. Kadang, kamu sudah lama menyadarinya, tetapi kebiasaan tersebut tetap menjadi bagian dari keseharianmu. Alasan awalnya memang sudah tidak ada, tetapi kebiasaannya masih terasa akrab, seperti sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan tanpa perlu dipertanyakan lagi.
Kebiasaan Itu Dulu Menyelesaikan Sesuatu
Dulu, kebiasaan itu punya alasan yang masuk akal. Kamu bangun sangat pagi karena pekerjaan menuntutmu tiba sebelum orang lain datang, atau karena perjalanan menuju tempat kerja membutuhkan waktu lebih panjang daripada yang kamu perkirakan. Bangun terlambat berarti terburu-buru, menghadapi masalah di perjalanan, atau menerima teguran yang sebenarnya bisa kamu hindari.
Pada masa itu, kebiasaan bangun pagi bukan sekadar rutinitas tanpa tujuan. Ada sesuatu yang perlu kamu jaga, dan kebiasaan tersebut membantu kamu menjaganya. Kamu tidak perlu memikirkan ulang alasan untuk melakukannya setiap pagi karena hubungan antara kebiasaan dan kebutuhanmu sudah jelas.
Hal serupa bisa terjadi ketika kamu terbiasa menyimpan banyak barang untuk berjaga-jaga. Pada suatu fase kehidupan, keadaan keuangan mungkin belum stabil, penghasilan belum menentu, atau membeli barang pengganti bukan perkara mudah. Menyimpan barang yang masih bisa digunakan terasa masuk akal karena kamu tidak pernah tahu kapan barang itu akan dibutuhkan kembali.
Kebiasaan tersebut tumbuh dari keadaan yang nyata, bukan muncul begitu saja tanpa alasan. Barang yang disimpan bisa membantu ketika sesuatu rusak, sementara kebiasaan bangun pagi bisa membuatmu terhindar dari masalah pekerjaan. Pada saat itu, keduanya punya fungsi yang bisa kamu rasakan secara langsung.
Karena itu, ketika melihat kebiasaan lama yang masih kamu lakukan sekarang, ada bagian dari ceritanya yang mudah terlewatkan. Kamu hanya melihat sesuatu yang terus berulang, padahal dahulu kebiasaan itu pernah membantumu menghadapi keadaan tertentu. Ia hadir ketika kamu membutuhkannya, lalu menjadi bagian dari cara kamu menjalani hari.
Masalahnya, keadaan yang melahirkan kebiasaan itu tidak selalu bertahan selamanya. Pekerjaan bisa berubah, penghasilan bisa menjadi lebih stabil, dan situasi yang dahulu menuntutmu untuk selalu bersiap menghadapi kekurangan bisa saja sudah tidak kamu alami lagi. Kehidupanmu bergerak ke tempat yang berbeda, tetapi kebiasaan yang terbentuk pada masa sebelumnya masih ikut berjalan.
Kenapa Kebiasaan Bertahan Saat Alasannya Sudah Lewat?
Alasan yang membuat kebiasaan itu muncul sudah tidak ada, tetapi kebiasaannya sendiri masih tetap berjalan. Kamu mungkin sudah tidak lagi berada dalam situasi yang sama, tetapi bangun pagi, menyimpan barang, atau datang terlalu awal masih terasa seperti sesuatu yang wajar dilakukan.
Kamu juga tidak selalu sadar kapan perubahan itu terjadi. Tidak ada satu pagi tertentu ketika kamu memutuskan bahwa keadaan sudah berbeda dan kebiasaan lama perlu ditinjau kembali. Perubahan hidup biasanya berlangsung sedikit demi sedikit, sementara kebiasaan tetap mengikuti pola yang sudah dikenalnya.
Dulu, ada alasan yang membuatmu melakukan sesuatu. Sekarang alasan itu mungkin sudah tidak relevan, tetapi tidak ada kejadian khusus yang membuat kebiasaan tersebut berhenti dengan sendirinya. Ia tidak perlu mendapatkan alasan baru untuk tetap ada karena selama ini memang sudah menjadi bagian dari keseharianmu.
Itulah yang membuat kebiasaan lama sulit ditinggalkan dengan cara yang sederhana. Bukan karena kamu tidak tahu bahwa keadaan telah berubah, dan bukan juga karena kamu sengaja mempertahankan sesuatu yang sudah tidak diperlukan. Bisa saja kebiasaan itu berjalan begitu saja, tanpa pernah benar-benar diminta menjelaskan apakah ia masih dibutuhkan atau tidak.
Kamu bisa saja menyadari bahwa sekarang tidak perlu bangun sepagi dulu, tetapi tetap membuka mata pada jam yang sama setiap hari. Kamu tahu bahwa lemari tidak perlu dipenuhi barang cadangan sebanyak itu, tetapi ketika menemukan sesuatu yang masih bisa dipakai, tanganmu tetap enggan membuangnya. Pengetahuan bahwa keadaan sudah berbeda ternyata tidak otomatis membuat sesuatu yang sudah lama dikenal terasa asing.
Ada juga kebiasaan yang bertahan karena selama ini tidak pernah menimbulkan masalah yang cukup besar untuk membuatmu mempertanyakannya. Datang terlalu awal mungkin tidak mengganggu siapa pun. Menyimpan beberapa barang tambahan juga mungkin tidak langsung membuat hidupmu berantakan. Karena tidak ada alasan kuat untuk berhenti, kebiasaan tersebut terus mendapatkan tempat dalam keseharianmu.
Sampai suatu ketika, kamu mulai memperhatikan bahwa alasan awalnya memang sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah kebiasaannya, sementara kehidupan yang dulu membutuhkan kebiasaan itu sudah berubah cukup jauh.
Di titik itu, mungkin baru terasa bahwa yang sulit bukan memahami perubahan keadaanmu. Kamu sudah memahaminya. Yang terasa lebih rumit adalah membayangkan keseharian tanpa sesuatu yang selama ini selalu ada di sana.
Apa yang Sebenarnya Kamu Pertahankan?
Yang kamu pegang di balik kebiasaan itu mungkin bukan lagi fungsi lamanya, melainkan sesuatu yang terasa aman karena sudah kamu kenal. Kebiasaan lama memberi bentuk yang jelas pada sesuatu yang tidak perlu kamu pikirkan lagi setiap kali mengulanginya.
Bangun pada jam tertentu membuat pagi terasa sudah tersusun sebelum kamu benar-benar memulainya. Menyimpan barang untuk berjaga-jaga membuatmu merasa punya sesuatu yang bisa digunakan ketika diperlukan. Datang lebih awal memberimu perasaan bahwa kamu sudah melakukan bagianmu sebelum sesuatu dimulai.
Rasa aman seperti itu tidak selalu berarti bahwa kebiasaan tersebut masih dibutuhkan dalam keadaan sekarang. Kamu hanya sudah tahu seperti apa rasanya menjalani hari dengan kebiasaan itu, sementara kehidupan tanpa kebiasaan tersebut belum punya bentuk yang sama jelasnya.
Itu sebabnya perubahan kecil pun bisa terasa lebih besar daripada yang terlihat dari luar. Ketika kamu berhenti datang terlalu awal, misalnya, yang berubah bukan hanya waktu keberangkatanmu. Ada perasaan bahwa kali ini kamu membiarkan sesuatu berjalan tanpa persiapan yang selama ini selalu kamu lakukan.
Hal yang sama bisa terjadi ketika kamu mulai merasa tidak perlu menyimpan sesuatu hanya karena suatu hari mungkin berguna. Barang itu mungkin memang sudah tidak penting, tetapi membiarkannya pergi berarti meninggalkan sebuah cara lama dalam menghadapi kemungkinan yang belum terjadi.
Kebiasaan yang memberi rasa aman sering kali terasa lebih nyaman bukan karena selalu paling tepat, tetapi karena kamu sudah hafal bentuknya. Kamu tahu apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, dan seperti apa rasanya setelah selesai. Tidak ada banyak hal yang perlu ditebak.
Sementara itu, keadaan baru belum tentu memberikan kepastian yang sama. Kamu mungkin sudah tahu bahwa hidupmu berubah, tetapi belum tentu tahu seperti apa rasanya ketika kebiasaan lama itu tidak lagi menjadi bagian dari harimu.
Di situlah sebuah kebiasaan lama bisa bertahan lebih lama daripada alasan yang dulu melahirkannya. Bukan karena masa lalu masih membutuhkanmu untuk menjalaninya, melainkan karena bentuk yang sudah dikenal terasa lebih mudah dipegang daripada sesuatu yang belum kamu kenal.
Dan ketika sesuatu yang selama ini memberi rasa aman mulai hendak ditinggalkan, yang terasa berubah bukan cuma perilakunya. Ada bagian dari keseharianmu yang ikut terasa kosong, meskipun kamu tahu alasan awalnya sudah lama berlalu.
Melepasnya Terasa Seperti Kehilangan
Melepas kebiasaan lama bisa terasa seperti kehilangan sesuatu yang pernah menjagamu. Meskipun kamu tahu keadaan yang dulu membutuhkannya sudah tidak ada, kebiasaan itu tetap menyimpan jejak dari masa ketika ia pernah membuat hidupmu terasa lebih aman dan lebih terkendali.
Itulah sebabnya berhenti melakukan sesuatu tidak selalu terasa sesederhana menyadari bahwa sesuatu tersebut sudah tidak diperlukan. Kamu mungkin bisa melihat dengan jelas bahwa alasannya sudah berlalu, tetapi perasaan yang melekat pada kebiasaan itu tidak selalu ikut berubah pada saat yang sama.
Ada sesuatu yang familiar ketika kamu masih melakukannya. Bangun pada jam yang sama, menyimpan sesuatu untuk berjaga-jaga, atau datang lebih awal membuatmu tahu apa yang sedang kamu lakukan dan kenapa kamu melakukannya, bahkan ketika alasan awalnya sudah tidak lagi menjadi bagian dari hidupmu.
Ketika kebiasaan itu tidak dilakukan, bentuk hari yang biasanya kamu kenal bisa ikut berubah. Pagi terasa berbeda karena kamu tidak lagi bangun pada waktu yang sama. Ruang penyimpanan terasa lebih kosong karena tidak semua barang harus disimpan. Perjalanan menuju suatu tempat terasa berbeda ketika kamu tidak lagi berangkat dengan jarak waktu yang selama ini selalu kamu anggap perlu.
Perubahan seperti itu bisa terasa aneh justru karena kebiasaan tersebut pernah begitu berguna. Kamu tidak sedang meninggalkan sesuatu yang sejak awal tidak punya arti. Kamu sedang berhadapan dengan sesuatu yang dahulu memang membantumu melewati keadaan tertentu, lalu tetap tinggal ketika keadaan itu sudah berubah.
Mungkin itu juga yang membuat kebiasaan lama tidak selalu terlihat sebagai sesuatu yang perlu dipertanyakan. Ia punya cerita di belakangnya. Ada masa ketika kamu membutuhkannya, ada keadaan yang membuatnya masuk akal, dan ada rasa aman yang kemudian tumbuh karena kamu terus mengulanginya.
Sekarang, kehidupanmu mungkin sudah berada di tempat yang berbeda. Pekerjaan yang dulu membuatmu harus bangun sangat pagi sudah tidak ada, keadaan yang dulu membuatmu harus menyimpan banyak barang sudah lebih longgar, atau pengalaman yang pernah membuatmu selalu datang lebih awal sudah tidak lagi menentukan keseharianmu.
Namun, sesuatu yang pernah membuatmu merasa siap menghadapi hidup tidak selalu terasa mudah untuk ditinggalkan hanya karena situasinya sudah berubah.
Dan kalau kebiasaan yang sudah kehilangan alasannya saja masih sulit dilepas, kebiasaan yang kamu tahu merugikan pun punya cerita bertahan yang sama, seperti dibahas di kenapa kebiasaan buruk sulit dihilangkan.
Pada akhirnya, kebiasaan lama yang sulit ditinggalkan mungkin bukan hanya tentang sesuatu yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Di baliknya ada sesuatu yang pernah kamu perlukan, pernah membuatmu merasa aman, dan pernah membantu kamu melewati keadaan yang saat ini mungkin sudah tidak kamu jalani lagi.
Yang membuatnya terasa berat bukan selalu karena kamu masih membutuhkan kebiasaan itu. Kadang, yang terasa berat adalah meninggalkan sesuatu yang sudah begitu lama kamu kenal, setelah dulu ia pernah punya alasan untuk tetap tinggal.
Kalau kamu ingin melihat pembahasan yang lebih lengkap tentang topik ini, kamu bisa membaca Kenapa Kebiasaan Buruk Sulit Dihilangkan Meski Kamu Sudah Tahu Dampaknya dan Ingin Berhenti.