Kenapa Kamu Merasa Bersalah Saat Menghabiskan Uang untuk Diri Sendiri

Kamu bisa saja sudah lama memikirkan barang itu. Bukan karena barangnya mahal atau kamu benar-benar membutuhkannya, tapi karena setiap kali melihatnya, kamu merasa ingin membelinya. Sampai akhirnya kamu membawanya ke kasir, menekan tombol bayar, lalu beberapa detik setelah transaksi selesai, muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Kamu bersalah menghabiskan uang untuk diri sendiri. Padahal uang itu … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Merasa Bersalah Habis Jajan, Padahal Nominalnya Kecil

Kamu baru saja membeli minuman atau camilan di jalan. Belum juga habis, sudah muncul rasa tidak enak yang bikin kamu berpikir, “Tadi kenapa beli, ya?” Kamu mungkin bahkan tidak merencanakannya. Kamu melihat sesuatu yang ingin dimakan, membelinya, lalu beberapa menit kemudian mulai merasa bersalah jajan. Bukan karena ada sesuatu yang buruk terjadi setelahnya, tapi karena … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Habis Hemat Malah Kalap Belanja, Lalu Merasa Bersalah Sesudahnya

Selama berminggu-minggu kamu bisa menahan diri. Kamu melihat sesuatu yang sebenarnya ingin dibeli, lalu menutupnya lagi. Ada kebutuhan yang bisa ditunda, ada keinginan yang akhirnya kamu biarkan lewat, dan lama-lama kamu terbiasa mengatakan, “Nanti saja.” Sampai suatu hari, semuanya terasa berubah. Kamu membuka aplikasi belanja tanpa rencana membeli apa pun. Beberapa saat kemudian, keranjangmu sudah … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Sayang Memakai Barang Bagus yang Sudah Kamu Beli Sendiri

Baju baru itu masih punya label di lehernya. Sudah beberapa minggu dibeli, sudah beberapa kali kamu buka lemari, tapi tanganmu selalu mengambil baju yang lain. Bukan karena kamu tidak suka. Justru karena kamu suka sekali. Kamu sempat membayangkan kapan baju itu akan dipakai. Mungkin saat pergi ke tempat yang agak bagus, saat ada acara, atau … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Merasa Bersalah Saat Self Reward Padahal Itu Hasil Kerjamu Sendiri

Akhir minggu, kamu berdiri di depan kasir dengan barang yang sudah beberapa hari ingin kamu beli. Uangnya dari hasil kerjamu sendiri. Tidak ada tagihan yang baru saja muncul, tidak ada orang yang meminta kamu mengeluarkan uang itu. Kamu memang sengaja membelinya untuk diri sendiri. Tapi tepat sebelum bayar, muncul pikiran, “Perlu nggak, ya?” Barangnya tetap … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Merasa Bersalah Membeli Kebutuhanmu Sendiri, Bahkan yang Benar-Benar Perlu

Sepatu kerja yang sudah mulai jebol sebenarnya sudah memberi tanda cukup jelas. Solnya menipis, bagian sampingnya mulai terbuka, dan setiap dipakai kamu tahu sebentar lagi harus diganti. Tapi begitu membuka toko online atau masuk ke toko sepatu, tanganmu justru berhenti. Kamu tahu barang itu perlu. Kamu juga sudah menundanya cukup lama. Namun saat akhirnya membeli, … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Tidak Tega Membeli Barang untuk Diri Sendiri, tapi Rela untuk Orang Lain

Kamu bisa memilih hadiah untuk teman tanpa terlalu lama berpikir. Barang yang kelihatannya cocok langsung masuk keranjang, lalu kamu bayar tanpa banyak pertimbangan. Untuk orang tua atau anak, rasanya juga begitu. Ada kebutuhan yang ingin kamu penuhi, dan uang terasa punya tempat yang jelas. Tapi ketika barang yang kamu inginkan sendiri ada di keranjang, tanganmu … Baca Selengkapnya

Kenapa Kamu Merasa Bersalah Setelah Belanja, Padahal Kamu Tidak Menyesal Membelinya

Layar ponselmu baru saja menampilkan notifikasi pembayaran berhasil. Barang yang dari tadi kamu inginkan akhirnya benar-benar kamu beli, dan beberapa detik pertama rasanya menyenangkan. Tapi setelah itu, ada perasaan lain yang ikut muncul. Kamu merasa bersalah setelah belanja, padahal kalau ditanya apakah kamu menyesal membelinya, jawabannya belum tentu iya. Kamu masih suka barangnya. Kamu masih … Baca Selengkapnya