Kamu bisa saja menjalani hidup seperti biasa, tetapi tetap merasa tidak tahu sebenarnya hidupmu sedang menuju ke mana. Setiap hari ada yang dikerjakan, ada kewajiban yang diselesaikan, bahkan mungkin ada banyak hal yang harus dipikirkan. Namun di tengah rutinitas itu, muncul pertanyaan yang sulit dijawab: sebenarnya kamu sedang mengejar apa?
Perasaan seperti ini bisa terasa aneh karena dari luar hidupmu mungkin terlihat baik-baik saja. Kamu bangun, bekerja, mengurus kebutuhan sehari-hari, bertemu orang lain, dan menjalani berbagai tanggung jawab. Tidak ada sesuatu yang benar-benar berhenti, tetapi kamu sendiri merasa seperti tidak sedang menuju tempat tertentu.
Di titik seperti itu, bingung dengan tujuan hidup bukan selalu berarti kamu tidak punya tujuan sama sekali. Bisa jadi kehidupanmu memang sedang berjalan, hanya saja arah yang kamu rasakan di dalamnya belum lagi terlihat jelas.
Ketika Hidup Tetap Berjalan, tapi Kamu Tidak Tahu Arahnya
Rutinitas bisa membuat hidup terus bergerak meskipun kamu sendiri tidak yakin sedang bergerak ke mana. Kamu tetap bangun pagi, bekerja, membayar kebutuhan, bertemu orang, menyelesaikan urusan, lalu mengulangi semuanya lagi pada hari berikutnya.
Kesibukan membuat banyak hal tetap berjalan. Tetapi kesibukan dan arah hidup sebenarnya bukan hal yang sama.
Kamu bisa mempunyai banyak aktivitas tanpa merasa ada sesuatu yang sedang kamu tuju. Hari-harimu penuh, tetapi ketika ada waktu untuk berhenti sebentar, pertanyaan tentang arah hidup justru muncul.
“Sebenarnya aku sedang menuju ke mana?”
Pertanyaan itu bisa muncul ketika aktivitas yang selama ini kamu jalani tidak lagi terasa berhubungan dengan sesuatu yang ingin kamu capai. Kamu tetap melakukan pekerjaan yang sama, tetapi alasan di baliknya mulai terasa kabur. Kamu tetap menjalani rutinitas yang sama, tetapi tidak lagi yakin apakah rutinitas tersebut masih membawa kamu ke tempat yang kamu inginkan.
Kebingungan juga bisa muncul ketika pilihan hidupmu mulai berubah. Hal yang dulu kamu anggap penting mungkin sekarang tidak terasa sepenting sebelumnya. Sesuatu yang pernah kamu inginkan dengan yakin bisa saja kehilangan daya tariknya setelah kamu menjalaninya selama beberapa tahun.
Ada juga keadaan ketika kamu terlalu lama mengikuti arah yang sudah tersedia. Sekolah mengarah ke kuliah, kuliah mengarah ke pekerjaan, pekerjaan mengarah ke tahap berikutnya. Selama masih ada tujuan yang berada di depan mata, kamu tidak harus terlalu sering bertanya apakah arah itu memang benar-benar kamu pilih.
Sampai suatu saat pilihan berikutnya tidak lagi terlihat jelas.
Di sana kamu mungkin mulai merasa bingung dengan tujuan hidup. Bukan karena hidupmu berhenti, tetapi karena jalur yang biasanya terasa tersedia tiba-tiba tidak memberi petunjuk yang sama seperti sebelumnya.
Kondisi ini bisa terasa lebih membingungkan ketika kamu sebenarnya masih mempunyai banyak pilihan. Justru karena terlalu banyak kemungkinan, kamu tidak tahu mana yang terasa benar-benar ingin kamu jalani.
Kenapa Kamu Bisa Bingung dengan Tujuan Hidup?
Kebingungan tentang arah hidup bisa muncul dari banyak keadaan yang berbeda, dan pengalaman setiap orang tidak selalu bermula dari hal yang sama. Ada fase ketika kamu baru menyadari bahwa selama ini kamu lebih banyak menjalani sesuatu daripada benar-benar memikirkan apa yang kamu inginkan.
Kamu bisa saja sudah lama mengikuti pilihan yang terasa masuk akal. Pilihan itu mungkin berasal dari keluarga, lingkungan, keadaan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, atau sekadar karena itulah jalan yang tersedia saat itu.
Selama semuanya masih berjalan, tidak ada alasan kuat untuk mempertanyakannya. Tetapi ketika kehidupan berubah, pertanyaan yang dulu tidak pernah muncul bisa mulai terasa semakin jelas.
Kadang kebingungan muncul setelah tujuan lama tercapai. Kamu mungkin pernah mempunyai sesuatu yang ingin dikejar selama bertahun-tahun, lalu akhirnya mendapatkannya. Setelah itu, ada ruang kosong yang sebelumnya tidak terasa karena seluruh perhatianmu tertuju pada tujuan tersebut.
Kamu tahu apa yang sudah berhasil kamu capai, tetapi belum tahu apa yang ingin kamu tuju berikutnya.
Ada juga fase ketika tujuan lama sebenarnya belum sepenuhnya tercapai, tetapi sudah tidak terasa cocok. Kamu masih bisa mengingat kenapa dulu menginginkannya, tetapi alasan itu tidak lagi mempunyai kekuatan yang sama sekarang.
Perubahan seperti ini bisa membuatmu bertanya-tanya apakah kamu sedang kehilangan arah hidup atau hanya sedang melihat kehidupan dari tempat yang berbeda.
Kemungkinan lain muncul ketika hidup menawarkan terlalu banyak pilihan. Kamu bisa membayangkan beberapa pekerjaan, tempat tinggal, hubungan, gaya hidup, atau bentuk kehidupan yang berbeda. Tidak ada satu pilihan yang benar-benar terlihat salah, tetapi tidak ada pula yang terasa cukup jelas untuk disebut sebagai tujuan.
Semakin banyak kemungkinan yang kamu lihat, semakin sulit rasanya menentukan arah.
Kamu juga bisa merasa bingung karena belum pernah benar-benar memisahkan apa yang kamu inginkan dari apa yang selama ini dianggap baik oleh orang-orang di sekitarmu. Sesuatu bisa terlihat seperti tujuan hidup hanya karena sejak lama kamu terbiasa menganggapnya sebagai tujuan yang memang seharusnya dikejar.
Ketika pertanyaan itu akhirnya muncul, kamu mungkin baru menyadari bahwa kamu tidak benar-benar tahu apakah arah tersebut berasal dari dirimu sendiri.
Itulah sebabnya pengalaman tidak punya tujuan hidup tidak selalu sesederhana “tidak tahu mau melakukan apa”. Kamu bisa tahu apa yang sedang kamu kerjakan setiap hari, tetapi belum tentu tahu kenapa kamu ingin terus menuju ke sana.
Dan semakin lama pertanyaan itu berada di kepala, semakin terasa perbedaan antara hidup yang terus berjalan dengan hidup yang terasa mempunyai arah.
Saat Tujuan Orang Lain Terlihat Lebih Jelas daripada Punyamu
Tujuan hidup orang lain kadang terlihat jauh lebih jelas ketika kamu sendiri sedang bingung dengan arah hidupmu. Temanmu mungkin sudah tahu pekerjaan yang ingin dikejar, orang lain sudah punya rencana tentang keluarga, sementara seseorang yang kamu kenal terlihat begitu yakin dengan apa yang sedang dibangunnya.
Kamu bisa melihat mereka membuat keputusan dengan arah yang terasa jelas. Mereka seperti tahu apa yang ingin dicapai beberapa tahun ke depan, sementara kamu masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan.
Perbedaan itu bisa membuat kebingunganmu terasa semakin nyata.
Apalagi ketika kehidupan orang lain terlihat seperti sebuah cerita yang sedang bergerak dari satu tahap ke tahap berikutnya. Sekolah selesai, pekerjaan didapat, karier berkembang, menikah, membeli rumah, membangun usaha, atau mengejar sesuatu yang sudah lama direncanakan.
Sementara hidupmu mungkin tidak terlihat seperti itu.
Bukan berarti kehidupanmu benar-benar tidak bergerak. Kamu tetap melakukan banyak hal, hanya saja jalurnya mungkin belum terlihat sejelas milik orang lain.
Di titik seperti ini, kamu bisa mulai mempertanyakan diri sendiri. Kenapa orang lain seperti sudah tahu apa yang mereka mau, sedangkan kamu masih bingung arah hidup?
Padahal apa yang terlihat dari luar belum tentu menggambarkan seluruh proses yang terjadi di dalam kehidupan seseorang. Kamu melihat keputusan yang sudah mereka ambil, tetapi tidak selalu melihat masa ketika mereka sendiri belum tahu harus memilih ke mana.
Perbandingan seperti ini juga bisa membuat tujuan hidup terasa seperti sesuatu yang seharusnya sudah dimiliki pada usia tertentu. Ketika orang-orang di sekitarmu terlihat sudah mempunyai arah, kebingunganmu sendiri bisa terasa seperti sesuatu yang tertinggal.
Padahal setiap orang bisa sampai pada pertanyaan tentang arah hidup dari tempat yang berbeda.
Ada yang mulai memikirkannya setelah menyelesaikan pendidikan. Ada yang baru merasakannya setelah bertahun-tahun bekerja. Ada juga yang sebelumnya merasa sudah tahu mau ke mana, lalu suatu saat menyadari bahwa arah tersebut tidak lagi terasa sama.
Karena itu, melihat tujuan orang lain yang lebih konkret tidak otomatis membuat tujuan hidupmu sendiri menjadi tidak ada. Bisa saja kamu memang sedang berada pada bagian kehidupan ketika arahmu belum terlihat sejelas yang kamu lihat pada orang lain.
Tidak Tahu Tujuan Hidup Bukan Berarti Kamu Tidak Menginginkan Apa-Apa
Belum tahu arah hidup berbeda dengan tidak menginginkan apa pun. Kamu bisa saja mempunyai banyak keinginan, tetapi belum bisa melihat bagaimana semua itu terhubung menjadi sesuatu yang kamu sebut sebagai tujuan hidup.
Mungkin kamu tahu bahwa kamu tidak ingin terus berada dalam pekerjaan tertentu. Kamu tahu lingkungan seperti apa yang membuatmu tidak nyaman. Kamu tahu kehidupan seperti apa yang tidak ingin kamu jalani lagi.
Tetapi mengetahui apa yang tidak kamu inginkan belum tentu langsung membuatmu tahu apa yang kamu inginkan.
Kamu juga mungkin mempunyai beberapa hal yang sebenarnya kamu sukai. Ada pekerjaan yang terasa menarik, tempat yang ingin kamu tinggali, aktivitas yang membuatmu nyaman, atau kehidupan sederhana yang menurutmu menyenangkan.
Masalahnya, semua itu mungkin masih terlihat sebagai keinginan-keinginan kecil. Kamu belum melihatnya sebagai sesuatu yang cukup besar untuk disebut tujuan hidup.
Karena itu, ketika seseorang mengatakan dirinya tidak tahu tujuan hidup, belum tentu yang sebenarnya terjadi adalah tidak adanya keinginan. Bisa saja yang belum terbentuk adalah gambaran tentang bagaimana berbagai keinginan tersebut menjadi sebuah arah.
Ada pula keadaan ketika kamu sedang berada di antara dua fase kehidupan. Sesuatu yang lama sudah mulai ditinggalkan, tetapi sesuatu yang baru belum benar-benar terbentuk.
Di fase seperti itu, hidup bisa terasa menggantung.
Kamu tidak lagi sepenuhnya berada di tempat yang dulu, tetapi juga belum merasa berada di tempat yang baru. Hal yang sebelumnya memberi arah mungkin sudah tidak cukup kuat, sementara sesuatu yang berikutnya masih belum jelas.
Perasaan seperti ini bisa membuat hidup tanpa tujuan terasa lebih dekat daripada keadaan sebenarnya. Kamu melihat ketidakjelasan yang sedang terjadi sekarang, lalu menganggapnya sebagai gambaran seluruh kehidupanmu.
Padahal yang sedang tidak jelas mungkin hanya arah pada satu fase tertentu.
Ketika Arah Hidup yang Dulu Jelas Mulai Berubah
Arah hidup yang dulu terasa jelas bisa saja tidak lagi terasa sama ketika kehidupanmu berubah. Sesuatu yang kamu inginkan saat masih sekolah belum tentu tetap menjadi sesuatu yang kamu inginkan setelah dewasa.
Dulu kamu mungkin membayangkan pekerjaan tertentu sebagai masa depanmu. Setelah benar-benar mengenal dunia kerja, bertemu berbagai orang, dan mengalami kehidupan sehari-hari, gambaran itu bisa berubah.
Pekerjaan yang dulu kamu kejar bisa ternyata tidak lagi menarik. Bukan karena tujuan lamamu sejak awal salah, tetapi karena kamu sekarang mengenal dirimu dan kehidupanmu dengan pengalaman yang berbeda.
Prioritas juga bisa berubah ketika keadaan hidup berubah. Hal yang dulu sangat penting mungkin menjadi kurang penting setelah kamu mempunyai tanggung jawab yang berbeda.
Keluarga, pekerjaan, hubungan, kondisi ekonomi, pengalaman hidup, atau perubahan lingkungan bisa membuat sesuatu yang sebelumnya berada di urutan teratas bergeser ke tempat lain.
Perubahan seperti itu kadang terasa seperti kehilangan arah.
Kamu masih mengingat dengan jelas ke mana kamu dulu ingin pergi, tetapi ketika melihat ke depan, tempat tersebut tidak lagi terasa seperti tujuan yang sama. Kamu akhirnya berada dalam keadaan ketika arah lama sudah tidak benar-benar kamu ikuti, sementara arah baru belum terlihat.
Di situlah kebingungan bisa muncul.
Kamu mungkin bertanya apakah selama ini kamu salah memilih, atau apakah sebenarnya kamu hanya sudah berubah. Pertanyaan tersebut tidak selalu mempunyai jawaban sederhana karena manusia memang menjalani hidup dengan pengalaman yang terus bertambah.
Apa yang kamu inginkan pada satu tahap kehidupan bisa terbentuk dari keadaan yang kamu alami pada saat itu. Ketika keadaan dan pengalaman berubah, cara kamu melihat masa depan juga bisa ikut berubah.
Itulah sebabnya seseorang yang merasa sudah tahu tujuan hidupnya pun bisa suatu hari kembali bertanya tentang arah hidup. Kepastian yang pernah ada tidak selalu bertahan dalam bentuk yang sama sepanjang kehidupan.
Bingung dengan Tujuan Hidup Tidak Selalu Berarti Hidupmu Tidak Punya Arah
Bingung dengan tujuan hidup bisa saja hanya berarti kamu sedang berada di bagian kehidupan ketika arah yang kamu rasakan belum terlihat jelas. Hidupmu tetap berjalan, pilihan tetap dibuat, dan hari-hari tetap berlangsung, meskipun kamu belum bisa menggambarkan dengan pasti ke mana semuanya akan membawa kamu.
Ada perbedaan antara tidak melihat arah dengan sama sekali tidak mempunyai arah.
Kadang arah baru terlihat setelah kamu melewati cukup banyak pengalaman untuk menyadari bahwa tujuan lama sudah tidak lagi sesuai. Kadang kamu baru menyadari bahwa beberapa pilihan yang selama ini terasa terpisah ternyata mempunyai hubungan satu sama lain.
Ada juga kemungkinan bahwa kamu terlalu dekat dengan kehidupanmu sendiri untuk melihat arahnya dengan jelas.
Ketika setiap hari diisi pekerjaan, tanggung jawab, keputusan kecil, dan berbagai hal yang harus diselesaikan, sulit untuk melihat keseluruhan perjalanan dari jarak yang cukup jauh. Yang terlihat hanya apa yang sedang ada di depan mata.
Karena itu, perasaan kehilangan arah hidup tidak selalu menggambarkan seluruh kehidupanmu.
Bisa saja ada bagian dari dirimu yang sudah tahu apa yang penting, tetapi belum mampu menyebutnya sebagai tujuan. Bisa juga kamu sedang meninggalkan arah yang lama dan belum menemukan bentuk arah yang baru.
Pada akhirnya, tujuan hidup bukan hanya tentang mempunyai satu jawaban yang bisa kamu sebutkan ketika seseorang bertanya, “Kamu sebenarnya mau ke mana?”
Ada bagian yang lebih luas dari pertanyaan itu, karena tujuan hidup juga berkaitan dengan bagaimana kamu melihat kehidupan yang sedang kamu jalani, apa yang kamu anggap penting, dan ke mana berbagai pilihan dalam hidupmu terasa mengarah.
Ketika hal-hal itu belum terlihat jelas, kebingungan memang bisa menjadi bagian dari pengalamanmu.
Dan mungkin yang membuatnya terasa berat bukan karena hidupmu benar-benar tidak mempunyai arah, tetapi karena untuk sementara kamu belum bisa melihat arah tersebut dengan jelas.
Pembahasan tentang hal ini sebenarnya masih berkaitan dengan artikel Tujuan Hidup : Memahami Arah yang Ingin Kamu Jalani, terutama ketika kamu mulai melihat bagaimana berbagai hal dalam topik ini saling berhubungan.