Kamu mungkin pernah melihat orang lain sedang melakukan sesuatu yang menarik, lalu muncul perasaan seperti sedang melewatkan sesuatu. Teman-temanmu pergi bersama, orang lain mencoba pengalaman baru, atau ada sesuatu yang sedang ramai dibicarakan. Kamu memang tidak ikut di dalamnya, tetapi pikiranmu mulai bertanya, “Apa aku sedang ketinggalan?”
Perasaan seperti itu berkaitan dengan FOMO, atau fear of missing out. Istilah ini menggambarkan rasa takut bahwa orang lain sedang mendapatkan pengalaman, kesempatan, atau sesuatu yang berarti sementara kamu tidak mengalaminya.
Karena itu, penyebab FOMO tidak selalu berupa satu kejadian tertentu. Rasa takut ketinggalan bisa muncul ketika apa yang kamu lihat tentang orang lain membuatmu merasa ada sesuatu yang seharusnya kamu alami juga.
Kenapa Rasa Takut Ketinggalan Bisa Muncul
Rasa takut ketinggalan bisa mulai muncul ketika kamu menyadari bahwa orang lain sedang mengalami sesuatu yang tidak kamu alami.
Misalnya, kamu melihat beberapa teman sedang berkumpul tanpa dirimu. Dari situ, perhatianmu bukan hanya tertuju pada apa yang mereka lakukan, tetapi juga pada posisi dirimu yang tidak berada di sana. Muncul kesadaran bahwa ada sebuah pengalaman yang sedang berlangsung dan kamu tidak menjadi bagian di dalamnya.
Kesadaran itu kemudian bisa memunculkan pertanyaan sederhana: “Apa aku sedang melewatkan sesuatu?”
Pertanyaan tersebut tidak selalu muncul karena kamu benar-benar ingin mengikuti kegiatan itu. Kadang, yang membuat tidak nyaman justru bayangan bahwa orang lain sedang mendapatkan sesuatu yang mungkin penting, menyenangkan, atau berharga sementara kamu tidak mendapatkannya.
Di sinilah salah satu penyebab fear of missing out bisa dipahami. FOMO berkaitan dengan cara kamu memandang pengalaman orang lain dan membandingkannya dengan posisi dirimu sendiri.
Ketika kamu melihat seseorang mendapatkan pengalaman tertentu, pikiranmu bisa memberi perhatian lebih besar pada apa yang mereka miliki atau alami. Pengalaman itu kemudian terasa semakin penting karena kamu melihatnya dari luar, sementara kamu sendiri tidak sedang berada di dalam situasi tersebut.
Misalnya, seseorang pergi ke acara yang ramai dan terlihat bersenang-senang. Kamu mungkin tidak memiliki rencana untuk datang ke acara itu sebelumnya. Namun setelah mengetahui bahwa orang lain sedang berada di sana, muncul perasaan bahwa ada sesuatu yang terlewat dari hidupmu.
Hal yang sama bisa terjadi pada kesempatan, hubungan sosial, aktivitas, maupun pengalaman baru. FOMO tidak hanya berkaitan dengan keinginan memiliki benda atau mengikuti kegiatan tertentu, tetapi juga dengan perasaan bahwa kamu sedang berada di luar sesuatu yang dianggap berarti.
Karena itu, penyebab FOMO adalah sesuatu yang lebih luas daripada sekadar melihat orang lain melakukan hal yang menarik. Ada proses ketika kamu menyadari perbedaan antara pengalaman orang lain dan pengalamanmu sendiri, lalu mulai memaknai perbedaan tersebut sebagai kemungkinan bahwa kamu sedang tertinggal.
Semakin besar perhatianmu pada apa yang sedang dialami orang lain, semakin mudah pertanyaan tentang posisi dirimu ikut muncul. Bukan lagi hanya “Mereka sedang melakukan apa?”, tetapi “Kenapa aku tidak ada di sana?” atau “Apa yang mereka dapatkan dan aku tidak?”
Pada titik itu, rasa takut ketinggalan mulai terasa lebih personal. Sesuatu yang awalnya hanya berupa informasi tentang pengalaman orang lain bisa berubah menjadi perasaan bahwa kamu sedang kehilangan bagian tertentu dari pengalaman yang seharusnya kamu miliki.
Namun, pengalaman orang lain tidak selalu terlihat seperti apa adanya. Cara kamu melihatnya juga ikut menentukan bagaimana pengalaman tersebut terasa di dalam pikiranmu. Ketika kehidupan orang lain tampak lebih menarik, lebih ramai, atau lebih bermakna, rasa takut ketinggalan bisa menjadi semakin kuat.
Ketika Kehidupan Orang Lain Terlihat Lebih Menarik
Kehidupan orang lain bisa terlihat lebih menarik ketika kamu hanya melihat bagian tertentu dari pengalaman mereka. Kamu melihat mereka sedang bersenang-senang, berkumpul, mencoba sesuatu yang baru, atau mendapatkan pengalaman yang tidak sedang kamu jalani.
Perbandingan seperti itu bisa membuat pengalamanmu sendiri terasa kurang menarik. Bukan karena kehidupanmu benar-benar lebih buruk, tetapi karena perhatianmu sedang tertuju pada bagian yang terlihat menyenangkan dari kehidupan orang lain.
Ketika kamu melihat seseorang menikmati sebuah pengalaman, kamu tidak selalu melihat seluruh cerita di baliknya. Kamu hanya melihat momen yang sampai kepadamu, sementara berbagai hal lain yang mungkin terjadi di luar momen tersebut tidak ikut terlihat.
Hal ini membuat pengalaman orang lain bisa terasa lebih lengkap daripada pengalamanmu sendiri. Kamu melihat apa yang mereka lakukan, lalu membandingkannya dengan apa yang sedang kamu lakukan saat itu.
Dari perbandingan tersebut, muncul kemungkinan bahwa apa yang sedang mereka alami terasa lebih penting. Kamu bisa mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang sedang berlangsung di luar dirimu dan pengalaman itu mungkin lebih berharga daripada apa yang sedang kamu jalani.
Media sosial bisa memperbesar situasi seperti ini karena kamu dapat melihat banyak potongan kehidupan orang lain dalam waktu yang singkat. Namun, penyebab FOMO bukan semata-mata karena adanya media sosial, melainkan karena apa yang kamu lihat dapat memengaruhi cara kamu memandang pengalaman yang sedang kamu lewatkan.
Semakin sering kamu melihat orang lain mendapatkan pengalaman yang terlihat menyenangkan, semakin banyak pula kesempatan untuk menyadari bahwa kamu tidak berada di dalam pengalaman tersebut. Dari sana, rasa takut ketinggalan bisa muncul tanpa harus ada seseorang yang secara langsung mengatakan bahwa kamu tertinggal.
Kamu bahkan bisa merasa tertinggal dalam hal yang sebelumnya tidak pernah kamu pikirkan. Sebuah acara, aktivitas, tempat yang dikunjungi, tren yang sedang ramai, atau pengalaman baru bisa tiba-tiba terasa penting setelah kamu melihat orang lain mengalaminya.
Karena itu, salah satu alasan FOMO bisa muncul adalah ketika pengalaman orang lain terlihat lebih menarik daripada pengalaman yang sedang kamu rasakan sendiri. Yang berpengaruh bukan hanya apa yang dilakukan orang lain, tetapi bagaimana pengalaman tersebut terlihat dari posisi kamu yang sedang melihatnya.
Perasaan itu kemudian bisa berkembang menjadi dorongan untuk ikut. Ketika kamu melihat banyak orang berada dalam pengalaman yang sama, muncul pertanyaan lain: apakah kamu juga perlu berada di sana agar tidak merasa tertinggal?
Saat Kamu Merasa Harus Ikut agar Tidak Tertinggal
Rasa takut ketinggalan bisa membuat sesuatu yang awalnya tidak terlalu penting terasa seperti sesuatu yang harus kamu ikuti.
Kamu mungkin awalnya biasa saja ketika mendengar teman-temanmu membicarakan sebuah acara. Tetapi setelah mengetahui bahwa hampir semua orang ikut, muncul pikiran, “Kalau mereka semua ikut, aku juga harus ikut.”
Di situ, perhatianmu mulai bergeser dari pengalaman itu sendiri ke posisi dirimu dibandingkan orang lain. Kamu tidak hanya mempertimbangkan apa yang sedang terjadi, tetapi juga merasakan adanya jarak antara dirimu dan orang-orang yang sedang mengalaminya.
Perasaan seperti ini termasuk bagian dari faktor penyebab FOMO karena rasa takut tertinggal membuat keikutsertaan terasa berkaitan dengan posisi sosialmu. Ketika orang lain berada dalam pengalaman yang sama, tidak ikut bisa terasa seperti berada di luar kelompok tersebut.
Kamu bisa saja sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan aktivitasnya. Namun ketika melihat orang lain ikut, muncul kekhawatiran bahwa kamu akan melewatkan sesuatu yang nanti dibicarakan, dikenang, atau dianggap penting oleh orang-orang di sekitarmu.
FOMO juga bisa muncul ketika kamu merasa ada kesempatan yang sedang berjalan dan kamu tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang tidak mengambil bagian. Perasaan tersebut membuat pengalaman orang lain menjadi semacam pembanding terhadap apa yang sedang kamu lakukan.
Dalam keadaan seperti itu, rasa takut ketinggalan tidak selalu terasa seperti ketakutan yang besar. Kadang bentuknya hanya rasa tidak nyaman ketika membayangkan bahwa orang lain sedang melakukan sesuatu sementara kamu tidak ikut.
Kamu mungkin terus memikirkan apa yang sedang mereka lakukan. Bahkan setelah kegiatan tersebut selesai, pikiranmu masih bisa tertuju pada pengalaman yang kamu lewatkan dan membayangkan seperti apa rasanya jika kamu ikut.
Inilah yang membuat FOMO berbeda dari sekadar tertarik pada sesuatu. Ketertarikan bisa muncul karena kamu memang menginginkan pengalaman tersebut, sedangkan FOMO berkaitan dengan kekhawatiran bahwa kamu akan kehilangan sesuatu karena tidak ikut ketika orang lain sedang mengalaminya.
Semakin kuat perhatianmu pada posisi orang lain, semakin mudah muncul perasaan bahwa kamu seharusnya ikut. Pada akhirnya, yang terasa penting bukan hanya kegiatan yang sedang berlangsung, tetapi juga rasa takut berada di luar pengalaman yang sedang dimiliki orang lain.
Kenapa Informasi yang Terus Mengalir Bisa Memicu FOMO
Arus informasi yang terus mengalir membuat kamu semakin sering mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain. Dalam satu waktu, kamu bisa mengetahui teman yang sedang pergi, orang yang sedang mencoba pengalaman baru, acara yang sedang ramai, atau kesempatan yang sedang dibicarakan banyak orang.
Semakin banyak informasi yang kamu terima, semakin banyak pula pengalaman orang lain yang bisa masuk ke perhatianmu. Sesuatu yang sebelumnya tidak kamu ketahui bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan bisa tiba-tiba terasa seperti sesuatu yang sedang kamu lewatkan.
Kamu bisa mengetahui bahwa ada aktivitas tertentu yang sedang berlangsung tanpa pernah berencana mengikutinya. Setelah mengetahuinya, muncul kesadaran bahwa orang lain sedang mengalami sesuatu sementara kamu tidak berada di sana.
Di sinilah informasi dapat menjadi salah satu faktor penyebab FOMO. Bukan karena setiap informasi otomatis menimbulkan rasa takut ketinggalan, tetapi karena semakin sering kamu mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain, semakin sering pula kamu berhadapan dengan kemungkinan untuk membandingkan pengalaman tersebut dengan dirimu sendiri.
Informasi tentang tren juga bisa menciptakan situasi yang sama. Ketika sesuatu sedang ramai, kamu menjadi tahu bahwa banyak orang sedang membicarakan, mencoba, atau mengikuti hal tersebut.
Kalau kamu sebelumnya tidak tahu tentang hal itu, mungkin tidak ada perasaan tertinggal. Tetapi setelah mengetahuinya, muncul kemungkinan bahwa kamu mulai mempertanyakan apakah kamu juga seharusnya mengetahui atau mengalami hal yang sama.
Hal serupa bisa terjadi pada acara dan kesempatan tertentu. Kamu mengetahui bahwa ada sebuah acara yang dihadiri banyak orang, ada pengalaman yang sedang dilakukan teman-temanmu, atau ada kesempatan yang sedang dimanfaatkan orang lain.
Informasi tersebut tidak hanya memberi tahu kamu tentang apa yang terjadi. Dalam kondisi tertentu, informasi itu juga membuat posisi dirimu terlihat berbeda dari orang-orang yang sedang mengalaminya.
Kamu melihat bahwa mereka sedang berada di dalam sebuah pengalaman, sementara kamu berada di luar pengalaman tersebut. Perbedaan itu bisa menjadi salah satu alasan FOMO muncul, terutama ketika pengalaman yang kamu lihat terasa menarik atau penting.
Karena informasi terus datang, rasa takut ketinggalan juga bisa muncul berulang kali dalam situasi yang berbeda. Satu pengalaman belum tentu selesai menjadi perhatian ketika sudah ada pengalaman lain yang muncul dan membuatmu kembali merasa bahwa ada sesuatu yang sedang berlangsung di luar dirimu.
Itulah mengapa banyaknya informasi mengenai aktivitas, tren, acara, pengalaman, dan kesempatan orang lain dapat membuat FOMO lebih mudah muncul. Semakin banyak hal yang kamu ketahui tentang apa yang sedang dilakukan orang lain, semakin banyak pula kemungkinan munculnya kesadaran bahwa kamu tidak mengikuti semuanya.
FOMO Bisa Muncul dari Banyak Hal yang Berbeda
FOMO tidak memiliki satu pemicu tunggal yang otomatis membuat kamu takut ketinggalan.
Kamu bisa mengalami perasaan tersebut setelah melihat pengalaman orang lain yang terlihat menarik. Kamu juga bisa merasakannya ketika mengetahui bahwa orang-orang di sekitarmu sedang mengikuti sesuatu, atau ketika informasi tentang berbagai pengalaman terus masuk ke perhatianmu.
Karena itu, penyebab FOMO bisa berbeda antara satu situasi dengan situasi lainnya. Hal yang membuat kamu merasa tertinggal dalam satu keadaan belum tentu memberikan perasaan yang sama dalam keadaan lain.
Ada kalanya yang paling berpengaruh adalah apa yang kamu lihat. Pengalaman orang lain terlihat lebih menyenangkan, lebih ramai, atau lebih bermakna, sehingga perhatianmu tertuju pada sesuatu yang sedang tidak kamu alami.
Di situasi lain, yang lebih berpengaruh adalah apa yang kamu pikirkan setelah melihatnya. Kamu mulai membandingkan posisi dirimu dengan orang lain dan mempertanyakan apakah ada sesuatu yang sedang kamu lewatkan.
Arus informasi juga bisa memperbesar kemungkinan tersebut karena kamu semakin sering mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain. Setiap informasi baru memberikan kesempatan untuk menyadari bahwa ada pengalaman tertentu yang tidak sedang kamu jalani.
Jadi, ketika kamu bertanya kenapa orang mengalami FOMO, jawabannya tidak selalu bisa ditemukan pada satu hal saja. FOMO bisa muncul dari pertemuan antara pengalaman yang kamu lihat, pikiran yang muncul setelah melihatnya, dan cara kamu memaknai posisi dirimu dibandingkan orang lain.
Hal yang awalnya terlihat sederhana bisa terasa berbeda ketika sudah masuk ke dalam cara kamu melihat dirimu sendiri. Melihat orang lain menikmati sesuatu bukan hanya menjadi informasi tentang mereka, tetapi bisa berubah menjadi pertanyaan tentang apa yang sedang kamu lewatkan.
Karena itu, FOMO tidak hanya punya satu bentuk. Cara rasa takut ketinggalan tersebut muncul bisa berubah tergantung situasi yang sedang kamu hadapi.
Kalau kamu ingin memahami FOMO secara lebih lengkap, kenapa kamu bisa takut ketinggalan orang lain karena FOMO ini hanya menjadi salah satu bagian dari gambaran yang lebih besar.